OKAERINASAI MINNA SAN :) "JINSEI WA OKURIMONODEARI, JINSEI WA YORIYOI NINGEN NI NARU TAME NO TOKKEN, KIKAI, SEKININ O WATASHITACHI NI ATAETE KUREMASU"
HIDUP ADALAH SEBUAH PEMBERIAN, DAN HIDUP MEMBERIKAN KITA KEISTIMEWAAN, KESEMPATAN, DAN TANGGUNG JAWAB UNTUK MENJADI SESEORANG YANG LEBIH BAIK :)

Friday, 9 February 2018

WAKTU YANG TEPAT MEMBELI DAN MENJUAL EMAS




Kapan saat yang tepat untuk berinvestasi emas? Jawaban yang masuk akal dan bisa dipertanggungjawabkan adalah "saat ini", entah bagi anda sudah menyadari sejak dulu maupun bagi yang baru mengenal investasi emas. Ketika anda memiliki sejumlah dana (dalam bentuk rupiah), sesegara mungkin lah mewujudkannya kedalam bentuk emas. Mengapa? Seperti bahasan terdahulu: "emas adalah uang", "emas tidak mengenal inflasi", nilai emas tidak meluruh", dan "kapan pun butuh dana emas bisa diuangkan". Dengan begitu, simpanan emas akan menjaga hasil jerih payah anda sampai tiba waktunya dibutuhkan. Jika simpanan anda tetap berupa uang, cepat atau lambat nilai uang itu akan turun seiring laju inflasi. Dengan kata lain, menyimpan simpanan dalam bentuk uang sama hal nya dengan menjemur baju dijemuran: bila penodaannya lapuk, jemuran anda akan jatuh, sia sialah jerih payah anda menabung. Uang kertas yang kita gunakan bergantung pada lembaga penjamin uang, apapun mata uangnya. Saat ini tidak ada satupun uang kertas yang mampu bertahan dan tetap nilainya sejak pertama kali uang itu diterbitkan.

      Bagi sebagian orang yang berpengalaman soal investasi emas, adakalanya mereka menunggu saat yang tepat untuk membeli emas. Merak terpengaruh dengan panic buying dalam berinvestasi emas atau tidak ikut ikutan mengantri untuk mendapatkan emas. Hal yang sering terjadi adalah "harga emas akan naik saat banyak orang berbondong" membeli emas." Fenomena itu persis terjadi pada bulan agustus 2011 ketika banyak orang memborong emas, otomatis harga emas pun melambung. Bagi yang berpengalaman dalam investasi emas, mereka menyikapi dengan santai gejolak naik turunnya harga emas. Bahkan mereka menghindari pembelian emas ketika harga berada diposisi tertinggi. Mereka bisa dengan santainya membeli emas ketika emas mencapai titik terendahnya. Mereka telah berpengalaman bahwa harga emas sangat fluktuatif naik-turunnnya seperti mata gergaji dengan tren jangka panjang yang terus naik. Jika harga emas naik cukup tinggi, kecendrungannya akan ada pembalikan arah menjadi penurunan harga (para trader sering menyebutnya koreksi harga). hal ini tidak lain psikologi dalam perdagangan karena emas diperdagangkan dalam bursa komoditas. Jika harga melonjak cukup tinggi, orang yang melakukan posisi beli (buy) akan melikuidasi posisinya untuk mendapat profit. dan inilah yang megurangi berlanjutnya kenaikan harga. Lalu, diikuti dengan sebagian lainnya yang memasang posisi jual (sell) yang akan mengakibatkan pembalikan  menjadi penurunan harga.


Sumber oleh : Buku Golden Planner "Pasti Kaya dengan Investasi Emas"

No comments:

Post a Comment