Showing posts with label Jurnal. Show all posts
Showing posts with label Jurnal. Show all posts

Saturday, 30 January 2021

Morfologi Tanaman Paku Dan Paku-Pakuan


TUMBUH-TUMBUHAN PAKU DAN PAKU-PAKUAN 

 

Fam. 1. Salviniaceae - Paku rakit

 


        Paku air kecil, mengapung takut garam. Sporocarpia (kerapkali sia-sia mencari tanaman dengan sporocarpia) terdapat pada daun atau ba- gian-bagian daun yang tenggelam dalam air, berkelamin satu dan beru- mah satu, sporocarp betina dan jantan sama besar; yang jantan dengan beberapa sporangia (microsporangia), masing-masing berisi spora kecil yang banyak (microspora); yang betina dengan satu sporangium atau le bih (megasporangia), masing-masing hanya berisi satu spora besar the gaspora).

 Salvinia

        Batang bercabang sedikit atau tidak bercabang. Daun bersatu men. jadi karangan tiga yang rapat, dua daun dari tiap karangan menga pung, dengan tangkai pendek dan berambut, tidak berbagi dan tepi rata; yang ketiga menggantung dalam air, dengan tajuk berbentuk rambut dan serupa akar dan juga berfunksi semacam akar. (Tidak ada akar yang sesungguhnya !). Daun yang mengapung mendatar rata atas air; helaian lonjong memanjang, dengan kaki berbentuk jantung tidak dalam dan ujung membulat, 9-13 kali 5-7 mm, hijau muda, dar bawah berambut coklat agak rapat; kedua sisi dari ibu tulang daun dengan tulang daun lateral sebanyak 15-20 buah, yang mendukung jerawat yang mempunyai seberkas rambut (oleh karenanya dicegah menjadi basahnya daun). Sporocarpia pada kaki daun yang bentuknyu serupa akar, terkumpul 2-8, putih kuning, berambut jarang yang muda lepas; 1-2 yang terbawah betina, selainnya jantan. Januari. Asal dan daerah iklim sedang di Benua Lama. Seluruh Jawa, 5 - 1.600 genangan tidak dalam, sawah yang digenangi. Paku rakit, vlova m. Slokan, N. kayambang, S. mata lélé, S. lukut cai, S. 

 

Fam. 2. Marsileaceae - Paku Semanggi 

 


        Paku air atau paku rawa. Akar rimpang merayap. Daun dengan atau tanpa helaian daun; yang muda menggulung. Sporocarpia (buah 70 Spora) pada tangkai daun dan mengandung banyak sori; sebuah sorus dengan beberapa mega dan microsporangia; megasporangia dengan satu (megaspora), microsporangia dengan be- besar spora betina yang berapa spora jantan yang kecil (microspora). 

 Marsilea 

        Daun berdiri sendiri atau dalam berkas, menjari berbilangan 4; tangkai panjang dan tegak, panjang 2-30 cm; anak daun menyilang berhadapan, berbentuk baji bulat telur, gundul atau hampir gundul, 3-22 kali 2-18 mm, urat daun rapat berbentuk kipas, pada air yang tidak dalam muncul di atas air, pada air dalam mengapung. Sporocarpia dekat pangkal tangkai daun, kadang-kadang berdiri sendiri, kerapkali 2-6 terkumpul, di atas tangkai yang bebas yang panjangnya 3-5 mm, berben- tuk serupa biji buncis, panjang 4-5 mm, yang muda berambut, akhirnya membuka dengan 2 klep; hanya diketemukan pada tanaman di tempat yang sedang mengering, yang tadınya tergenang air. Maret - Nopember. Seluruh Jawa dan Madura, sampai 900 m. Di sawah, galengan, sa- luran air, slokan yang tidak dalam, genangan air. Klaverbladvaren, N. Semanggi J.  Marsilea crenata Presl. 

 

Fam. 3. Equisetaceae - Ekor kuda 

 


        Tumbuh-tumbuhan umur panjang. Akar rimpang di bawah tanah, merayap. Batang berbuku, cylindris, berrusuk atau bergaris membujur. Daun berkarangan, kecil; daun dari tiap karangan melekat hingga menja- di suatu saluran yang membujur, pada ujung suatu upih yang bergigi. Sporangia pada sisi bawah dari sisik yang berbentuk perisai dan tersusun karangan; sporangia tersusun menjadi bulir di ujung; spora mempunyai 4 alat tambahan yang panjang, melebar di ujung, hygroscopis, dalam ke- adaan lembab tergulung dan pada keadaan mengering menjadi lurus.

Equisetum 

        Herba tegak atau berusaha tegak, atau juga pada pangkalnya me- rayap, 0.15 - 8 m. Batang agak lemas, berruang di dalam, kerapkali bercabang kuat dan tidak teratur, selalu hijau; yang fertil dan steril satu dengan yang lain sama. Bulir panjangnya 1- 2,5 cm, hitam, dengan ujung yang menyempit. Seluruh Jawa, 300 - 2.700 m. Daerah tepi sungai dan slokan, dinding tanah yang basah dan terjal, rawa. 

   ( Paarde-staart, N, Bibituran, S, Tatoropongan, S, Grègès ofot, J. Lorogan haj J. Petongan, J. Sempol, J. Sodlisoan, Md. Te pung balung, J. Tike! ba Equisetum debile Roxh lung, J. Tropongan, J. )

 

Fam, 4. Selagillaceae - Paku lumut


                        

        Paku tanah, sangat jarang epiphyt. Daun kecil, tunggal, pada ca bang samping tersusun dalam 4 baris, yaitu 2 baris samping terdiri dari daun besar yang kerapkali mudah rontok, 2 baris terdepan ber- daun kecil yang duduknya menempel. (Pada bagian batang yang lebih rendah kedua macam daun ini hampir atau sama sekali serupa satu phyl), berdiri sendiri, berruang satu, berkatuP dua, dua macam: b turut-turut dengan 1-4 spora besar (megasporangium) kecil (microsporangium). Sporophyl lebih besar daripada sporanois terkumpul menjadi bulir terminal, persegi empat, kadang-kadang agak pipih. dengan yang lain !). Sporangia di dalam ketiak daun yang fertil (sporo atau dengan spora

 Selaginella

a. Batang memanjat, pada penempang melintang dengan 3 berkas. Daun fertil senua berbentuk serupa. Bulir sama dan persegi empat.
(
Selaginella willdenovii )

b. Batang merayap dan pada seluruh bagian yang merayap keluar akar, pada penempang melintang dengan sebuah berkas. Daun yang fertil jelas berbeda satu dengan yang lain : 2 baris yang termuka lebih besar dan baris samping lebih kecil. Bulir jelas pipih. (Sepaginella ciliaris)

Herba memanjat, panjang 1-5 m. Batang, pada bagian terbawah de- ngan daun berbaris 4, jarak satu dengan yang lain jauh, boleh dikata- kan serupa. Cabang berulang berbagi, dari atas hijau, dilihat dari arah sudut tertentu berwarna biru menyolok. Daun dari baris terdepan sangat kecil, melekat batang daun dari kedua belah sisi lebih besar, berjarak lebar, mudah xontok, berbentuk sabit lemah. Daun fertil bulat telur lebar, dengan ujung lancip yang pendek, berjejal rapat me jadi bulir yang panjangnya 0,5 - 2,5 cm, berbaris 4 dan bersisi 4, dan jelas berbeda menyolok terhadap bagian tanaman yang lebih rendah Sporangia lebih pendek daripada daun fertil. Jawa Barat sampai 1.500 m. Pada tempat cerah sinar matahari dan agak keteduhan; tepi hutan. hutan bambu, hutan secundair muda, hutan semak, dinding tepi terras,
cekungan jalan.  (Selaginella willdenovii Bak. )
        Rumput-rumputan merayap. Cabang hampir selalu bercabang ber- bentuk menyirip, tidak jauh berbeda dengan batang utama. Daun sam- ping mudah rontok, bulat telur memanjang menyerong, dengan pangkal daun sedikit banyak berbangun jantung dengan sisi tidak sama besar tan- pa ujung yang menyolok, panjang 2-3 mm; daun dari baris teratas lebilh kecil melekat, menutup semacam genting, bulat telur panjang, dengan lancip. Daun yang fertil berjejal rapat, dari baris teratas menyerong ke samping, dari baris terbawah melekat, lebih pendek. Dari dataran sampai 1.200 m, pada lapangan rumput yang tidak begitu kering dan tegalan yang ditinggalkan. (Selaginella Ciliaris Spring )


Fam. 5. Lycopodiaceae


                        

    Kadang-kadang epiphytis. Batang berkembang baik. Daun biasanya terkumpul rapat, kecil, pada pangkal dari sisi atas tanpa lidah. Sporangia berdiri sendiri dalam ketiak daun (sporophyll), yang sama dengan daun biasa atau berbeda dalam bentuk, besar dan jarak antara satu dengan yang lain; sporangia kebanyakan tidak lebih panjang daripada sporophyll, kerapkali lebih pendek, bentuk ginjal, berruang satu, ber- katup dua, spora semua sama.

 Lycopodium 

        Bercabang banyak, hijau muda, berakar dalam tanah. Batang tegak, naik tegak demi sedikit atau tumbuh terlentang, kerapkali dengan cabang tegak, kerapkali kalau menyentuh tanah keluar akar, panjang 0,1- 3 m. Cabang halus di kelilingnya merata berdaun. Daun cabang berben- tuk garis uncek, hampir selalu agak lunak, kadang-kadang kaku, panjang 2-5 mm. Sporangia dalam ketiak daun sporopryll yang beringgit, ter- kumpul menjadi bulir yang jelas. Bulir duduk pada ujung cabang, yang berdaun normal, menunduk atau tegak, lebar 5 mm dan panjang setinggi-tingginya 2,5 cm. Seluruh Jawa. 15 - 3.200 m, di tempat mata- hari cerah, atau keteduhan yang sedang di lereng tanah yang terjal, ta- nah bekas lava, padang alang-alang, tepi hutan, hutan yang baru dibuka.

(Lycopodium cernuum L. Bouquetwolfsklaue, N, Paku kawat, S, Rané gampang, S, Pakis kawat, J, Simbar watu, J.)


Catatan : Sangat sering dipakai dalam bouquet. Di desa juga dipakai pengisi bantal dlsb.


Fam. 6. Ophioglossaceae



        Sporangia besar, lebih kurang berbentuk bola, dinding tebal,i cincin, membujur atau melintang berkelep dua, tinggal tetap pada bulir yang khusus atau bagian daun yang berbentuk malai; bagian yang fertil ini berasal dari bagian daun yang steril. Paku tanah atau enisk dengan akar rimpang pendek. 

Ophioglossum 

         Paku tanah yang tegak, tinggi 5-35 cm. Akar berbentuk tali, ke rapkali pada suatu jarak dari tanaman induk membuat individu baru Akar rimpang pendek. Daun berjumlah sedikit, agak berdaging, tr- kumpul rapat, tumbuh dari akar rimpang, sebagian fertil, sebagian steril. Sporangia tersusur dalam 2 baris yang berhadapan dan rapat pada poros bulir, membuka melintang. Bulir selalu berdiri sendiri pada bagian daun yang steril, panjang 1-4,5 cm; tangkai bulir 1,5-1,8 cm, tumbuh dari tempat sedikit di bawah bagian daun yang steril. Bagian daun steril bulat telur, tepi rata, dengan pangkal daun yang membuat lebat, tumpul atau berbentuk jantung yang lemah, 1,5-9 kali 1-45 cm; tangkai daun 1-15 cm, makin ke atas menebal. Seluruh Jawa, 3-2.200 m. Daerah berbatu atau tidak tertembus air, tidak begitu ke ring; hutan jati, jalan, halaman, lereng tanah yang terjal, di atas rang rayap. (Addertong, N, Jukut siraru, S. Cat. : Juga dimakan sebagai lalab.) (Ophioglossum reticulatum L. )

Fam. 7. Schizaeaceae

                            
        Paku tanah. Akar rimpang merayap, batang naik atau tegak. Daun naik atau membelit ke kiri, kadang-kadang tunggal dan menggarpo menggarpu dengan tepi rata, kadang-kadang menyirip. Sporangia 2 atau 4 garis pada bagian bawah dari tajuk daun yang sempit berbentuk dan garis, di ujung dengan selaput penutup yang melintang, berbentuk tutup. Iserbentuk cincin sempurna atau telanjang.
 

Lygodium 

         Akar rimpang merayap. Tumbuh-tumbuhan memnanjat yang cukup be- sar panjang 1-10 m. Daun menyirip, dengan sirip majemuk; ibu tangkai daun serupa batang, membelit ke kiri, setiap kali di atas tangkai yang pendek terdapat dua sirip yang berhadapan dari orde pertama; sirip dari orde pertama menyirip lagi atau menyirip rangkap sampai rangkap empat; anak daun kerapkali 1-4 cm, pada perkecualian panjangnya sampai 6 cm; anak tangkai pada ujungnya menebal semacam bongkol dan di sana beruas dengan anak daun; anak daun yang fertil sepanjang-panjang- nya 2,5 x lebar (termasuk tajuk tepi), sepanjang tepi ada tajuk yang lebar yang membengkok, yang sebelah bawahnya terdapat dua baris selaput penutup, yang berbentuk kantong, di mana masing-masing me- nyembunyikan 1-2 sporangia. Terutama di daerah banyak hujan, 1-1.200 m. Tempat basah, hutan secundair, hutan semak, pagar, rawa, kadang-ka- dang dibagian hutan pasang yang tidak asin. (Paku hata beyas, S, Paku bata leutik, S. Lygodium scandens SW. )

Fam. 8. Gleicbeniaceae - Paku garpu


                         

        Paku tanah. Akar rimpang merayap. Daun menyirip bercangap. menyirip atau menggarpu; urat tulang daun bebas. Sori pada sisi bawah daun, telanjang, biasanya berbentuk bulat, terditi dari 2-12 sporangia yang duduk atau sporangia yang bertangkai; sporangia dengan cincin yang sempurna horizontal atau hampir horizontal, membuka membujur.

Gleichenia

        Menggantung atau memanjat, herba yang sangat berubah-rubah 1-6 m. Daun berjauhan satu dengan yang lain, tidak beruas dengan akar rim- pang, bercabang menggarpu dua kali sampai banyak kali; pada tiap cabang, kecuali yang teratas, terdapat dua segment daun yang melin- tang dan membengkok, panjangnya 5-25 cm. Dekat langsung di bawah garpu yang termuda terdapat tangkai yang tidak berdaun, juga semua tangkai yang lebih bawah tidak berdaun. Tajuk daun membelok tegak lurus, bentuk garis atau memanjang panjang 18-75 mm, termasuk kakMenggantung atau memanjat, herba yang sangat berubah-rubah 1-6 m. Daun berjauhan satu dengan yang lain, tidak beruas dengan akar rim- pang, bercabang menggarpu dua kali sampai banyak kali; pada tiap cabang, kecuali yang teratas, terdapat dua segment daun yang melin- tanu, dari bawah hijau kebiru-biruan. Sori umumnya per taju daun lebih dari satu. Terutama di daerah banyak hujan, 30-2.800 m, kadang-kadang p rupakan belantara yang tapat. Tempat terbuka dari rimba, daerah hutan yang dibuka, hutan secundair yang kena cahaya matahari, jurang, le. reng, tepi sungai. Pakis bantèngan, J, Paku edan, J, Pakis kurung, 1. Pakis pranjangan, J, Pakis cebuk, J, Paku areuy, S, Paku payung, S. me Cleichenia linearis Clatke Gambar 16. 



Fam. 9. Cyatheaceae - Paku tihang



Paku tanah. Batang dengan bekas daun yang jelas, terisi teras, se kitarnya berkayu. Daun di sekitar ujung batang serupa rozet, berjejal; urat daun bebas, menggarpu ataupun tidak; daun tua kerapkali seperi gordijn yang mulai ujung batang menggantung ke bawah. Sori daun sebelah bawah, di atas puncak atau punggung sebuah urat, bulu atau lonjong melintang: sporangia dengan cincin sempurna, vertikal sedikit miring; selaput penutup kerapkali terlalu kecil, bentuk bol, piala, piring atau lidah, kadang-kadang tidak ada.

Alsophila

        Paku tiang, tinggi 6-15 m. Batang diameter 10-15 cm, pada ujung nya meliputi daerah yang panjang terdapat sisik yang kuning coklat dan halus; teras dengan gom yang banyak. Tangkai daun dan poros daun utama dengan banyak duri tempel yang tajam dan berlilin. Daun menyi rip rangkap, menyolok hijau kebiru-biruan, 2-3 kali 1-1,5 m; daun mudi dengan sisik yang segera jatuh; dari bawah dilapisi oleh selapis lilin; sirip daun otde ke 2 sampai dekat tengah ibu tulang daun menyirip berbagi; taju daun dengan ujung miring. Sori pada tajuk di ujung berjarak dari tepi daun, di atas punggung urat daun, coklat, dalam du baris yang sejajar, kedua belah sisi 3-6. Di daerah yang tidak begit kering, 1-1.800 m, terutama di atas 600 m. Tepi hutan, hutan secur dair muda, hutan belukar, kerapkali di lereng jurang.
(Paku bogedar, S Paku tihang bodas, S, Pakis arjuno, J, Pakis galar, J, Pakis oleng, )

Cat. : Batang tua juga dipakai untula jembatan, pipa dlsb. Potong batang dipakai juga dalam memelihara tanaman Alsophila glauca J. S.  anggrek


Fam. 10. Ceratopteridaceae


                      

        Paku tanah di daerah genangan atau tergenang. Akar rimpang te- gak naik, pendek, berdaun rapat. Daun tidak beruas terhadap akar rim- pang, rumput-rumputan, gundul, menyirip rangkap sampai rangkap em- menyirip berbagai; daun fertil lebih besar dan berbagi lebih kuat pat atau daripada yang steril, dengan tajuk atau anak daun yang lebih sempit; urat tumbuh menjadi berbentuk jala, terutama pada daun yang steril. Sporangia pada sisi bawah daun banyak, tertutup oleh tepi daun yang menggulung, selanjusnya telanjang, tersebar tidak teratur, boleh dikata- kan duduk, berbentuk bola kadang-kadang dengan cincin vettikal yang Iebar.

Ceratopteris

        Tanaman tahunan atau oleh karena mengeringnya tempat tumbuh berumur setahun, herba tinggi 15-100 cm. Daun tua kerapkali meng- hasilkan tanaman muda secara vegetatif, yang akhirnya bersama-sama de- ngan fragment daun yang bersangkutan melepaskan diri, beberapa waktiu terapung-apung terbawa arus air. Daun dari tumbuh-tumbuhan muda se- luruhnya tenggelam, pada yang lebih tua sebagian besar di atas air. Tang- kai daun dan poros daun utama, berrusuk persegi, rapuh, dengan banyak ruang udara. Tajuk daun yang steril datar, dari yang fertil pada per- mulaannya berbentuk tabung, kemudian berbentuk talang, melengkung ke atas, 1-800 m. Genangan air yang tidak dalam dengan air yang tawar atau agak payau, sawah yang digenangi, dan lain daerah yang becek, pinggir selokan, parit, tikungan sungai yang sangat tidak dalarm dan tenang. (Poelvaren, N, Sateahvaren, N, Pakis rawa, J, Paku tespong, S, Paku cai, S. Gambar 8. 1E in da Ceratopteris thalietroides Brongn. )

Monday, 27 July 2020

Formulasi Kandungan Bahan Kimia Minyak Nabati



Minyak nabati merupakan campuran senyawa organik. Semua karbon, hidrogen, dan oksigen terikat satu sama lain oleh ikatan kovalen. Sebagian besar minyak mengandung senyawa tak jenuh, inilah sebabnya minyak disimpan dalam wadah yang buram dan kedap udara. Jika mereka terpapar udara dalam waktu yang lama maka semua ikatan tak jenuh pecah dan membuat ikatan baru dengan keton penghasil oksigen, aldehida dll.

Hal ini juga mirip seperti bensin karena kita tidak bisa memberikan formula kimia umum padanya. Jika Anda tertarik untuk mengetahui senyawa di dalamnya. Lihat saja label di wadah minyak.

Namun ada pendapat lain seperti yang dinyatakan Anonim, bahwa minyak nabati bukan senyawa murni tetapi lebih dari itu bukan satu bahan. Minyak nabati dapat berupa minyak apa saja dari sumber nabati. Di AS, biasanya mengacu pada Minyak Kedelai tetapi bisa menunjukkan minyak jagung, minyak zaitun, minyak canola, minyak bunga matahari atau berbagai lainnya.

Sebagian besar lemak dan minyak adalah trigliserida - tulang punggung 3 gliserol karbon dengan asam lemak rantai panjang yang melekat pada masing-masing karbon. Setiap jenis lemak atau minyak memiliki distribusi asam lemak biasa. Asam lemak memiliki nama yang sistematis dan umum - misalnya Asam Stearat lebih tepat disebut asam Octadecanoic - karena panjangnya 18 Karbon.

Asam Oleat juga memuliki 18 karbon tetapi memiliki ikatan rangkap pada posisi 9 - sehingga secara teknis asam 9-Octadecanoic - kadang-kadang ditulis dalam singkatan sebagai 18: 1. Jadi salah satu cara untuk menunjukkan "formula" minyak adalah untuk menggambarkan seberapa sering berbagai asam lemak muncul di masing-masing posisi gliserol - 1, 2 atau 3. Jadi misalnya minyak Kedelai memiliki 16: 0 pada posisi 1 14% dari waktu, 18: 0 6% dari waktu, 18: 1 23%; 18: 2 48% dan 18: 3 9% dll melalui posisi lain.

Sebaliknya pada posisi 1 minyak jagung, 16: 0 muncul 18% dari waktu, 18: 0 3% dari waktu, 18: 1 28% dan 18: 2 50%. Persentase ini mewakili rata-rata dan dapat bervariasi tergantung pada kondisi pertumbuhan atau varietas yang berbeda.
Sebagai contoh, minyak dengan jumlah asam oleat yang tinggi tidak mudah tengik seperti minyak dengan kadar asam lemak tak jenuh ganda lainnya. Jadi tanaman telah dibiakkan untuk menyediakan minyak Canola Oleic Tinggi untuk meningkatkan stabilitasnya tanpa sebagian hidrogenasi atau menambahkan bahan kimia lain untuk menstabilkannya.

Monday, 30 March 2020

Tugas Mata Kuliah Pemuliaan Tanaman Perkebunan

1. Jelaskan prospek pengembangan pemuliaan tanaman teh dan kakao di Indonesia

2. Perbaikan dan pengembangan apa dari tanaman teh dan kakao yang diharapkan dari segi pemuliaan

                                            JAWAB


1. Tanaman kakao dapat di budidayakan melalui pemuliaan tanaman dan perbaikan varietas yang resisten terhadap penyakit.

2. penyumbang ketiga terbesar ekspor nasional cocok dengan iklim Indonesia dan mempunyai potensi peningkatan produksi dan perluasan lahan perkebunan kakao KAKAO penyedia lapangan kerja, sumber pendapatan dan devisa negara serta mendorong pengembangan wilayah dan pengembangan agroindustri. Indonesia, saat ini merupakan negara ketiga pemasok produk kakao terbesar dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Namun nilai ekspor kakao Indonesia masih didominasi oleh biji kakao mentah, sehingga pemerintah berkewajiban mendorong terjadinya hilirisasi atau peningkatan nilai tambah komoditas kakao.

3. KAKAO DI INDONESIA Jenis tanaman kakao yang diusahakan sebagian besar adalah jenis kakao lindak dengan sentra produksi utama adalah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah. Di samping itu juga diusahakan jenis kakao mulia oleh perkebunan besar negara di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Keberhasilan perluasan areal telah memberikan hasil nyata bagi peningkatan pangsa pasar kakao Indonesia di kancah perkakaoan dunia. Indonesia berhasil menempatkan diri sebagai produsen kakao terbesar kedua dunia setelah Pantai Gading pada tahun 2002, walaupun kembali tergeser ke posisi ketiga oleh Ghana pada tahun 2003.

4. Luas areal kakao MENINGKAT Produksi MENINGKAT Produktivitas dan mutu MENURUN TAPI PENYEBAB: • Menipisnya unsur hara tanah • Serangan hama Penggerek Buah Kakao (PBK) dan penyakit Vascular Streak Diebacks (VSD), Menurunnya kualitas kebun • Belum optimalnya pengembangan produk hilir kakao.

5. Pengembangan agribisnis kakao ke depan lebih diprioritaskan pada upaya rehabilitasi dan peremajaan untuk meningkatkan produktivitas kebun kakao, di samping terus melakukan perluasan. Pengembangan usaha perkebunan kakao • ketersediaan lahan yang luas, • tenaga kerja yang cukup, • modal • sarana dan prasarana memadai INDONESIA Lahan cukup luas

6. Wilayah Kalimantan Timur Kakao merupakan salah satu komoditi unggulan di Provinsi ini. Pada tahun 2006, luas areal kakao mencapai 41.312,50 ha tersebar di hampir seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Timur dengan produksi mencapai 26.774 ton (produktivitas 1,02 ton/ha). Wilayah Provinsi Kalimantan Timur yang luas berpotensi untuk dilakukannya pengembangan kakao melalui perluasan areal tanam.

7. KAKAO Kakao diproduksi oleh lebih dari 50 negara yang berada di kawasan tropis yang secara geografis dapat dibagi dalam tiga wilayah yaitu Afrika, Asia Oceania dan Amerika Latin. • Produsen utama kakao dunia adalah Pantai Gading. • Produsen utama lainnya adalah Indonesia, Ghana, Negeria dan Brazil dengan produksi pada tahun 2002.

8. Perkembangan ekspor impor mengisyaratkan bahwa peluang pasar ekspor kakao Indonesia di masa- masa mendatang masih terbuka lebar. Kakao di Indonesia EKSPOR IMPOR meningkat meningkat

9.  Biji kakao merupakan bahan baku produk pangan dan non pangan. Untuk bahan baku pangan, diperlukan proses fermentasi agar dapat diperoleh cita rasa yang baik, sedangkan Biji kakao yang digunakan sebagai bahan baku non pangan tidak memerlukan proses fermentasi.  Biji kakao yang telah kering dipisahkan antara kulit (shell) dan liquor-nya. Dari liquor akan diperoleh lemak (fat) dan cake. Dari kulit biji dan liquor tersebut, lebih lanjut akan diperoleh bermacam-macam produk  Pangsa pasar biji kakao di dalam negeri masih relatif kecill, hal ini disebabkan oleh belum berkembangnya industri pengolahan biji kakao di Indonesia.

10. INDONESIA 90 % Ekspor • 78,5% biji kering • 21,5 % hasil olahan Impor • Asia Pasifik • Eropa • Afrika • Amerika • Pantai Gading • Ghana • Papua Neguenea pencampur bahan baku industri pengolahan kakao domestik. Negara-negara di Eropa Konsumen kakao Permintaan tertinggi berasal dari Negara Belanda, Amerika Serikat dan Jerman. Tidak memproduksi kakao

11.  Pasar ekspor produk kakao Indonesia yang kebutuhannya lebih dari 20.000 ton beberapa tahun terakhir adalah China, Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, Australia dan Brasil.  Kakao yang diimpor Uni Eropa dari negara berkembang kemudian diolah menjadi berbagai komoditi berbeda. Produk hasil olahan kakao tersebut kemudian diekspor kembali ke berbagai negara asal bahan mentahnya termasuk Indonesia.  Hal terpenting yang menentukan tingkat harga di pasar internasional adalah mutu biji kakao. Oleh karenanya perhatian produsen kakao Indonesia terhadap kualitas biji kakao yang diekspor sangat penting.  Harga biji kakao di tingkat internasional sering mendapat potongan sampai 15 persen karena persyaratan standar mutu biji dan persyaratan fermentasi kakao yang relatif rendah bila dibandingkan dengan harga produk yang sama dari negara produsen lain.

12. Perkembangan harga yang meningkat setiap tahun merupakan peluang bagi produsen kakao seperti Indonesia maupun negara lain untuk semakin giat mengembangkan usaha bidang agribisnis kakao. Meningkatnya harga seiring dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi dunia terhadap produk-produk berbahan dasar kakao yakni cokelat. Perkembangan Harga Kakao Indonesia dan Dunia

13.  Upaya rehabilitasi perlu dilakukan untuk meningkatkan potensi kebun yang sudah ada melalui perbaikan bahan tanan dengan teknologi sambung samping ataupun penyulaman dengan bibit unggul. Tetapi apabila upaya rehabilitasi tidak memungkinkan, maka perbaikan potensi kebun dapat dilakukan melalui peremajaan. Kedua kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kebun-kebun kakao petani yang telah dibangun.  Upaya perluasan areal perlu didukung dengan penyediaan bibit unggul dan dukungan teknologi budidaya maju, sehingga produktivitas kebun yang berhasil dibangun cukup tinggi.  Dengan melakukan berbagai upaya perbaikan tersebut maka perluasan areal perkebunan kakao diharapkan terus berlanjut.

14. • Rehabilitasi kebun dengan menggunakan bibit unggul dengan teknik sambung samping. • Peremajaan kebun tua/rusak dengan bibit unggul. • Perluasan areal pada lahan-lahan potensial dengan menggunakan bibit unggul. • Peningkatan upaya pengendalian hama PBK. • Perbaikan mutu produksi sesuai dengan tuntutan pasar. • Pengembangan industri pengolahan hasil mulai dari hulu sampai hilir, sesuai dengan kebutuhan. • Pengembangan sub sistem penunjang aggribisnis kakao yang meliputi: bidang usaha pengadaan sarana produksi, kelembagaan petani dan lembaga keuangan Arah pengembangan agribisnis kakao

Pemuliaan teh saat ini di Indonesia masih menggunakan metode konvensioanal, dimana proses dimulai dengan persilangan buatan maupun alami, yang dilanjutkan dengan uji seleksi massa, uji perakaran, uji baris, uji multilokasi, hingga pelepasan klon unggul baru. Perakitan klon teh unggul baru memerlukan waktu yang lama (lebih dari 12 tahun ) mengingat teh merupakan tanaman tahunan. Aplikasi marka molekuler diyakini dapat mempersingkat proses pemuliaan teh. Namun hingga saat ini proses pemuliaan teh di Indonesia belum memanfaatkan aplikasi marka molekuler secara optimal. Penelitian marka molekuler di luar negri pada tanaman teh sudah banyak dilakukan. Informasi informasi dari hasil molekuler yang di peroleh dapat menjadi peluang dan tantangan tersendiri bagi pemulia teh di Indonesia dalam pengembangan penelitian aplikasi marka molekuler dalam proses pemuliaannya dan dapat juga dengan menggunakan teknik kultur jaringan serta mutasi pada teh.

Sedangkan pada tanaman kakao prospek pengembangan pemuliaan yaitu dengan cara :

1. EVALUASI MATERI GENETIK
Proses evaluasi pada tanaman kakao yang dilakukan dengan teknik konvensional membutuhkan waktu yang cukup lama karena tanaman kakao adalah tanaman tahunan.

2. HIBRIDISASI
Merupakan salah satu teknik pemuliaan tanaman konvensional yang di lakukan pada tanaman kakao di Indonesia yaitu dengan melakukan persilangan.

3. SELEKSI
Merupakan kegiatan yang sangat penting dalam pemuliaan tanaman. Seleksi yaitu suatu kegiatan memillih atau menyeleksi suatu tanaman yang diinginkan dalam suatu populasi.

4. TEKNIK SAMBUNG SAMPING
Telah terbukti mampu memperbaiki produktivitas dan mutu kakao rakyat. Teknologi sambung samping telah diadobsi oleh para petani pekebun khususnya untuk merehabilitasi tanaman tua dan tanaman kurang produktif. Sambung samping pada tanaman kakao sehat dilakukan dengan cara dibuat tapak sambungan pada ketinggian 45-75 cm dari pangkal batang. Pada tanaman yang sakit, sambungan dibuat pada chupon dewasa atau melakukan sambung pucuk pada chupon muda.

5. SAMBUNG PUCUK (top grafting)
Merupakan salah satu metode peremajaan tanaman secara vegetatif dengan menanam klon unggul, biasanya dilakukan pada bibit berumur tiga bulan untuk mendapatkan bibit baru yang mempunyai keunggulan produksi dan ketahanan terhadap hama dan penyakit.

6. TEKNIK MOLEKULER
Suatu program pemuliaan tanaman yang bertujuan merakit varietas-varietas atau klon kakao yang tidak hanya berdaya hasil tinggi, tetapi juga tahan terhadap cekaman lingkungan kakao. Program pemuliaan tersebut akan dapat berjalan dengan baik bila didukung oleh ketersediaan materi genetik, dan semakin efektif bila didukung dengan teknologi molekuler.

2. Perbaikan dan pengembangan apa dari tanaman teh dan kakao yang diharapkan dari segi pemuliaan?

a. Pada tanaman kakao
- Tingkat produksi kakao yang rendah
Untuk menjawab permasalahan tanaman kakao di lapangan, terutama tingkat produksi yang rendah sebagai akibat cekaman biotik maupun abiotik, diperlukan suatu program pemuliaan tanaman yang bertujuan merakit varietas-varietas atau klon kakao yang tidak hanya berdaya hasil tinggi, tetapi juga tahan terhadap cekaman lingkungan kakao. Program pemuliaan tersebut akan dapat berjalan dengan baik bila didukung oleh ketersediaan materi genetik, dan semakin efektif bila didukung dengan teknologi molekuler. Marka molekuler mempunyai kelebihan

dibandingkan marka fenotipik, yaitu marka molekuler tidak diregulasi oleh faktor lingkungan sehingga tidak dipengaruhi oleh kondisi tanaman tumbuh, dan dapat dideteksi pada semua tahapan perkembangan tanaman (Rubiyo, 2013).

- Ketahanan hama dan penyakit kakao
ketahanan busuk buah kakao (BBK) pemulia dapat mengidentifikasi materi genetik tahan BBK untuk program pemuliaan ketahanan penyakit BBK
pada level pembibitan, tanpa harus menunggu tanaman berbuah untuk menguji fenotipe ketahanan tanaman terhadap BBK. Dengan demikian,
metode MAS akan mempersingkat siklus pemuliaan tanaman untuk memilih genotipe kakao yang membawa karakter ketahanan terhadap BBK.
Salah satu contoh aplikasi marka DNA untuk ketahanan terhadap penyakit pada kakao adalah pemanfaatan marka DNA yang berpautan dengan QTL
untuk penyakit witch’s broom (WB), frosty pod (FP), dan BBK yang digunakan untuk MAS.

b. Pada Tanaman Teh

- Rendahnya produktivitas tanaman karena dominannya tanaman teh belum menggunakan benih yang unggul dan
Mengatsi : Upaya peningkatan produktivitas tanaman teh yaitu dengan cara peningkatan dan penerapan teknologi yang berperan dalam peningkatan produktivitas. Upaya inovasi dari faktor genetik yang dapat diupayakan adalah penggunaan klon unggul. Sementara teknologi yang dapat diterapkan untuk faktor lingkungan karena adanya pemanasan global yaitu dengan upaya rekayasa iklim mikro di sekitar perkebunan teh dengan memanfaatkan pohon pelindung dan pengairan.

- Terbatasnya penguasaan teknologi dalam pengolahan teh
Mengatasi : Teknologi aplikasi budidaya tanaman yang baik dan benar dapat dilakukan dengan pemupukan yang tepat, pengendalian OPT secara terpadu,
perawatan daun pemeliharaan, pemetikan dan pemangkasan yang tepat agar kesehatan dapat terjaga sehingga produktivitas meningkat

- Belum menggunakan klon yang unggul
Mengatasi : Mulai tahun 1998, Pusat Penelitian Teh dan Kina telah mengeluarkan klon-klon unggul dengan produksi yang tinggi serta mutu hasil olahan yang baik. Klon- klon unggul varietas assamika terdiri dari GMB 1-11 dimana klon GMB 7 merupakan klon terunggul pencapaian produktivitasnya
(Haq dan Karyudi, 2013).

Sumber :
Haq, M.S dan Karyudi. 2013. Upaya Peningkatan Produksi Teh (Camelia sinensis (L.) O.Kuntze) Melalui Penerapan Kultur Teknis. Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung. Bandung

Wednesday, 25 March 2020

Ujian Tengah Semester Pupuk Dan Pemupukan Pak MMB Damanik FP Usu

PAK MMB DAMANIK

1. Jelaskan pengertian pupuk tunggal dan sifat dari pupuk tunggal N (contoh: urea), P (contoh SP36), dan K (contoh: KCL / MOP). Buktikan itu mengandung Nitrogen sekitar 46%.
Pengertian pupuk tunggal adalah pupuk yang hanya mengandung satu pupuk. Unsur pupuk ada tiga yaitu: Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K).

Sifat dari pupuk tunggal N adalah

- Mudah larut dalam udara

- Bersifat sangat higroskopis (mudah menyerap uap air yang ada di udara)

- Sifat bekerja: lambat

- Dibutuhkan dalam jumlah yang banyak oleh tanaman

- Diserap oleh tanaman dalam bentuk ion NH4 + (amonium) dan ion NO3- (nitrat).

- Jumlah di dalam tanah sedikit

- Mudah hilang dalam drainase udara, tercuci, menguap ke atmosfer dan terangkut bersama hasil panen

- Efek terhadap pertumbuhan tanaman sangat cepat dan nyata

- Ada 2 bentuk pada nitrogen di dalam tanah yaitu bentuk N-organik dan N-anorganik.

- Mengalami proses mineralisasi, immobilisasi, amonifikasi, dan nitrifikasi

Sifat dari pupuk tunggal P adalah

- Ada 3 jenis pupuk P yaitu pupuk P mudah larut dalam udara (amofos, superfosfat), pupuk P larut dalam asam sitrat (fusi magnesium fosfat), dan pupuk P larut dalam asam keras (fosfat alam).

- Pada tanah masam, bentuk ion H2PO4- dijumpai lebih dominan, sedangkan di tanah basa, bentuk ion HPO4- dan PO43- dijumpai lebih dominan.

- Pada tanah masam, tergantung berikatan dengan Al, Fe dan Mn. Pada tanah basa, perlu berikatan dengan Ca. Hal ini menyebabkan ion fosfat menjadi larut dan tidak tersedia untuk tanaman.

Sifat dari pupuk tunggal K adalah

- Mudah larut dalam udara

- Jika di dalam tanah terdapat mineral tipe 2: 1 seperti montmorillonit dan vermikulit, makan akan diikat (difiksasi) masuk ke dalam mineral kis-kisi sehingga menjadi kurang tersedia untuk tanaman dan semakin tersedia untuk tanaman.

- Dapat hilang melalui tanaman terangkut bersama panenan, tercuci, tererosi, dan terfiksasi.

2. Pupuk nitrogen seperti urea dan ZA sangat penting mengasamkan tanah. Jelaskan melalui reaksi nitrifikasi di dalam tanah (lengkap dengan koefisien reaksinya).
Nitrifikasi adalah suatu proses oksidasi enzimatik yaitu perubahan senyawa amonium menjadi senyawa nitrat yang dilakukan oleh bakteri-bakteri tertentu. Proses ini berlangsung dalam dua jam dan masing-masing dilakukan oleh grup bakteri yang berbeda.

Tahap pertama adalah proses oksidasi amonium menjadi nitrit yang dilakukan oleh bakteri Nitrosomonas.

2NH4 + + 3O2 2NO2- + 2H2O + 4H + + ENERGI

Tahap kedua adalah proses oksidasi enzimatik nitrit menjadi nitrat yang dilakukan oleh bakteri Nitrobacter.

2NO2- + O2 2NO3- + ENERGI

Pada saat pertama dapat dilihat 2 atom yang diberikan akan menghasilkan 4 atom Hidrogen, sedangkan atom H dapat menghasilkan asam. Jadi, berikan pupuk Urea dan ZA melebihi anjuran pemupukan, maka akan sangat menguntungkan mengasamkan tanah. Tanah menjadi asam dan menjadi berpindah bagi tanaman tersebut.

3. Jelaskan 2 (dua) usha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan oleh tanaman.

2 usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan oleh tanaman adalah

1 Pemanfaatan pupuk hayati / mikroba mengandung bakteri penambat N2.

            Bakteri penambat N2 yang bersifat aerob dan anaerob fakultatif, heterotrof dan fototrof pada tanah ikut berkontribusi terhadap kontribusi N bagi tanaman. Hal ini telah terbukti mampu meningkatkan penambatan N2. Contohnya pada persawahan.

2 Penggunaan bagan warna daun

            Dengan menggunakan bagan warna daun, maka dapat diambil suatu keputusan dalam menentukan waktu pemupukan yang tepat. Jika tepat waktu pemupukan yang tepat, maka serapan tidak hara N oleh tanaman juga semakin baik. Hara N dan tersisanya Hara N yang banyak di dalam tanah.

4. Berikan penjelasan perbedaan pupuk buatan (anorganik) dengan ppuk alam (organik) dan kelebihan dan kekurangan dari kedua jenis pupuk tersebut.
Perbedaan pupuk buatan (anorganik) dengan pupuk alam (organik) adalah

Pupuk buatan pupuk yang diperoleh melalui proses industri atau dibuat oleh pabrik - pabrik pupuk melalui pupuk alam adalah pupuk yang diperoleh dari alam tanpa melalui proses industri atau dibuat oleh pabrik-pabrik pupuk.

Kelebihan pupuk organik (alam):

- Meningkatkan kandungan bahan organik di dalam tanah
- Memperbaiki struktur tanah
- Menggunakan kemampuan menyimpan air
- Meningkatkan aktivitas kehidupan biologi tanah
- Meningkatkan kapasitas penggantian kation tanah
- Mengurangi fiksasi fosfat oleh Al dan Fe pada tanah masam
- Memperbaiki hara di dalam tanah

Kekurangan pupuk organik (alam):

- Kandungan haranya rendah
- Relatif sulit diperolehnya dalam jumlah yang banyak
- Tidak dapat diaplikasikan secara langsung ke dalam tanah, tetapi harus melalui proses dekomposisi
- Pengangkutan dan pengiriman mahal karena dibutuhkan dalam jumlah banyak.

Kelebihan pupuk anorganik (buatan):

- Unsur hara yang terkandung cepat terurai
- Cepat dan mudah terserap oleh tumbuhan
- Dapat langsung diaplikasikan pada tanaman
- Kadar uns hara tinggi

Kekurangan pupuk anorganik (buatan):

- Penggunaan terus menerus akan menyebabkan tanah menjadi padat / mengeras
- Harga relatif mahal
- Mudah larut dan mudah hilang
- Memberikan persetujuan pada pemberian tanah dalam dosis yang tinggi
- Menurunkan kualitas kesuburan fisik, kimia dan biologi tanah.

5. Menjelaskan pupuk organik tidak mampu memenuhi kebutuhan tanaman.

Alasan mengapa pupuk organik tidak mampu memenuhi kebutuhan hara tanaman adalah karena kandungan hara dalam pupuk organik rendah, juga perlu melewati proses dekomposisi yang diperlukan lebih cepat, dan pupuk organik lebih sulit diperoleh dalam jumlah yang lebih besar dan tidak sesuai dengan kebutuhan hara tanaman .

6. Diantara sekian banyak pupuk yang diketahui, berdasarkan data cadangan haranya berdasarkan N dan P, Jelaskan secara lengkap pupuk mana yang terbaik.

Berdasarkan data kandungan haranya N dan P, maka menurut saya, pupuk terbaik adalah pupuk kandang unggas (ayam). Berdasarkan hasil penelitian, pupuk kandang memberikan yang sangat baik terhadap kesubutan tanah dan pertumbuhan tanaman, bahkan lebih baik dari pupuk kandang hewan besar. Ditinjau dari konten hara yang dikandung pupuk kandang, pupuk ini mengandung hara yang lebih tinggi dibandingkan dengan pupuk kandang hewan. Tiap ton kotoran ayam termasuk 65,8 kg N, 13,7 kg P dan 12,8 kg K. Dengan demikian dapat digunakan pupuk ayam akan lebih baik daripada kotoran ternak besar jika diberikan jumlah yang sama.

Soal Ujian Tengah Semester Pupuk Dan Pemupukan Pak Sarifudin Agroteknologi Usu

NAMA  : M. Ansyari
NIM   : 160301135
KELAS  : AGROTEKNOLOGI 4
DOSEN  : Dr. Ir. SARIFUDDIN, MP
HARI/TANGGAL : SELASA, 24 MARET 2020
WAKTU  : 90 MENIT

UJIAN TENGAH SEMESTER PUPUK DAN PEMUPUKAN (AET 2 221 P) T.A. 2019/2020

1. Berdasarkan data penggunaan pupuk, kebutuhan tertinggi berdasarkan jenis adalah pupuk majemuk NPK padat dan pupuk organik.  Jelaskan mengapa kedua jenis pupuk tersebut (pupuk NPK majemuk dan pupuk orgaik) paling tinggi permintaannya saat ini!

JAWAB:
A) Pupuk organik dan NPK mampu berperan memobilisasi atau menjembatani hara yang sudah ada ditanah sehingga mampu membentuk partikel ion yang mudah diserap oleh akar tanaman.

B) Pupuk organik dan NPK berperan dalam pelepasan hara tanah secara perlahan dan kontinu sehingga dapat membantu dan mencegah terjadinya ledakan suplai hara yang dapat membuat tanaman menjadi keracunan.

C) Pupuk organik serta NPK membantu menjaga kelembaban tanah dan mengurangi tekanan atau tegangan struktur tanah pada akar-akar tanaman

D) Pupuk organik dapat meningkatkan struktur tanah dalam arti komposisi partikel yang berada dalam tanah lebih stabil dan cenderung meningkat 

E) Pupuk organik sangat membantu mencegah terjadinya erosi lapisan atas tanah yang merupakan lapisan mengandung banyak hara.

F) Pemakaian pupuk organik juga berperan penting dalam merawat/menjaga tingkat kesuburan tanah yang sudah dalam keadaaan berlebihan pemupukan dengan pupuk anorganik/kimia dalam tanah.

G) Pupuk organik serta NPK berperan positif dalam menjaga kehilangan secara luas hara Nitrogen dan Fosfor terlarut dalam tanah

H) Keberadaan pupuk organic dan NPK yang tersedia secara melimpah dan mudah didapatkan. Kelebihan pupuk NPK : 1. Terdiri dari 3 unsur hara 2. Lebih praktis dalam pengaplikasian 3. memiliki unsur yang lebih lengkap 4. lebih mudah menentukan jumlah pupuk yang diperlukan sesuai kebutuhan 5. pengangkutan dan aplikasinya 

2. Saat ini setelah lebih 100 tahun pemakaian pupuk anorganik, masalah di bidang pemupukan bukan lagi apakah suatu lahan pertanian perlu dipupuk atau tidak, tetapi isu utamanya adalah bagaimana optimalisasi dan efisiensi penggunaan pupuk di lahan-lahan pertanian.  Jelaskan tentang hal tersebut beserta contoh faktanya yang ada saat ini.

JAWAB: 

Optimalisasi pemupukan saat ini dilakukan menggunakan metode 5T untuk menentukan ketepatan pemberian pupuk tertentu sesuai jenis dosis dan waktunya pada setiap lahan sesuai dengan rekomendasi pemupukannya. Pada lahan kering contohnya, pengelolaan lahan sebelum dipupuk sangat berpengaruh untuk tingkat efisiensi pemupukan selanjutnya. Oleh karena itu, optimalisasi pemupukan saat ini lebih kepada ketepatan pemberian jenis, dosis, waktu pemupukannya dibanding apakah lahan tersebut perlu dipupuk apa tidak Pada saat ini petani lebih sadar akan pengaruh pupuk kimia pada tanah. Sehingga para petani mulai menggunakan pupuk organik yang lebih ramah lingkungan.

3. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam tindakan pemupukan, seperti faktor sifat tanah yaitu : pH (kemasaman), tekstur tanah dan struktur tanah. Jelaskan sifat tanah tersebut yang berkaitan dengan tindakan pemupukan yang dilakukan.

JAWAB:  - Memperbaiki sifat biologi tanah:
Meningkatkan populasi, keragaman, dan aktivitas mikro dan makro fauna tanah - Memperbaiki Sifat fisik: Meningkatkan kapasitas menahan air, struktur tanah, porositas, aerasi, kemantapan agregat, BD. - Memperbaiki Sifat kimia: Sumber hara makro premier, sekunder, mikro, asam organik, organik, vitamin, meningkatkan KTK tanah, daya sanggah, khelat dengan logam dan asam organik

4. Jika dosis rekomendasi pemupukan adalah : 150  kg N/ha; 100 kg P2O5/ha dan 50 kg K2O/ha. Hitunglah kebutuhan masing-masing pupuk berikut, jika pupuk yang tersedia adalah :

A. Urea, SP 36 dan KCl
Urea = 46% N 
SP36 = 36% P2O5 
KCl = 60% K2O

Urea =  100  x 150 kg N/Ha = 326,08 Kg Urea / Ha    
                         46
Sp36=   100   x 100 kg P2O5/Ha = 277,77 kg SP36/ Ha             
                            36
Kcl =     100  x 50 kg K20/Ha = 83,33 kg K2O/Ha
                             60

B. Amophos (16:20), ZA dan ZK 
 
ZA (21%) N
ZK (50%)K2O
K2O = 50 x 100 = 100 Kg ZK
                 50

P2O5 = 100 x 100 = 500 Kg Amophos  
                   20

Kebutuhan N dalam Amophos adalah
ZA =  70 x 100 = 333,33 Kg ZA        
               21

C. Rustica Yellow (15:15:15), Amophos (16:20) dan  Urea
RY (15 : 15 : 15)
Amophos (16 : 20)
Urea 46% N
K2O = P2O5 
K2O = 50 x 100 = 333,33 Kg RY          
               15
333,33 x 15 = 49,99 Kg p/RY 
       100
333,33 x 15 = 49,99 Kg N/RY 
     100

Untuk P = 100 – 50 = 50 Kg P
Amophos = 50 x 100 = 250 Kg Amophos      
                      100
Untuk N = 150 – 50 = 100 Kg N
N dalam Amophos = 250 x 16 = 40 Kg N/Amophos          
                                      100
Untuk N = 100 – 40 = 60 Kg N
Urea = 60 x 100 = 130,43 Kg Urea             
                 46

Tugas Dasar Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Usu Prodi Agroteknologi

 
Nama : M. Ansyari
Nim : 160301135      
Tugas : Dasar Ilmu Tanah (SNR)
Dosen : Prof. Ir. T. Sabrina,  M. Agr. Sc., Ph.D

BAB 2

1. Mengapa didaerah tropika basah terdapat tanah yang terlapuk lanjut, sedang tanah tanah di negri temprate terlapuk kurang lanjut? Jelaskan!

jawab:  Perlu diketahui bahwa Pelapukan adalah proses alterasi dan fragsinasi batuan dan material tanah pada dan/atau dekat permukaan bumi yang disebabkan karena proses fisik, kimia dan biologi. Hasil dari pelapukan ini merupakan asal (source) dari batuan sedimen dan tanah (soil). Kiranya penting untuk diketahui bahwa proses pelapukan akan menghacurkan batuan atau bahkan melarutkan sebagian dari mineral untuk kemudian menjadi tanah atau diangkut dan diendapkan sebagai batuan sedimen klastik. Sebagian dari mineral mungkin larut secara menyeluruh dan membentuk mineral baru. Inilah sebabnya dalam studi tanah atau batuan klastika mempunyai komposisi yang dapat sangat berbeda dengan batuan asalnya. Komposisi tanah tidak hanya tergantung pada batuan induk (asal) nya, tetapi juga dipengaruhi oleh alam, intensitas, dan lama (duration) pelapukan dan proses jenis pembentukan tanah itu sendiri.

Di alam pada umumnya ke tiga jenis pelapukan (fisik, kimiawi dan biologis) itu bekerja bersama-sama, tetapi salah satu di antaranya mungkin lebih dominan dibandingkan dengan lainnya. Walaupun di alam proses kimia memegang peran yang terpenting dalam pelapukan, tidak berarti pelapukan jenis lain tidak penting. Berdasarkan pada proses yang dominan inilah maka pelapukan batuan dapat dibagi menjadi pelapukan fisik, kimia dan biologis. Pelapukan merupakan proses proses alami yang menghancurkan batuan menjadi tanah. Jenis pelapukan:

    Pelapukan organik: merupakan pelapukan yang disebabkan oleh makhluk hidup. contoh: tumbuhnya lumut

    Pelapukan fisika: merupakan pelapukan yang disebabkan oleh perubahan suhu atau iklim .contoh: perubahan cuaca

Pelapukan kimia: merupakan pelapukan yang disebabkan oleh tercampurnya batuan dengan zat - zat kimia . contoh: tercampurnya batu oleh limbah pabrik yang mengandung bahan kimia

2. Mengapa tanah hutan memiliki horizon O, sedangkan tanah pertanian tidak memiliki horizon O? jelaskan!


 Jawab : Pengertian Horizon Tanah

Horizon tanah adalah lapisan tanah yang kurang lebih sejajar dengan permukaan bumi dan mempunyai ciri-ciri tertentu (khas). Profil dari tanah yang berkembang lanjut biasanya memiliki horizon-horizon tanah. Pembentukan lapisan atau perkembangan horizon dapat membangun tubuh alam yang disebut tanah. Profil dari tanah mineral  yang  telah berkembang lanjut biasanya memiliki horizon-horizon sebagai berikut:

Lapisan tanah atas (topsoil) terdiri dari: (1) horizon O, dan (2) horizon A. Lapisan tanah bawah (subsoil) terdiri dari: (1) horizon E, dan (2) horizon B. Solum tanah meliputi: (1) lapisan tanah atas, dan (2) lapisan tanah bawah.

Horizon O

Pada tanah hutan yang memiliki Horizon O merupakan horizon bagian atas, lapisan tanah organik, yang terdiri dari humus daun dan alas. Utamanya dijumpai pada tanah-tanah hutan yang belum terganggu. Merupakan horizon organik yang terbentuk di atas lapisan tanah mineral. Horizon organik merupakan tanah yang mengandung bahan organik > 20% pada seluruh penampang tanah, tanah mineral biasanya kandungan bahan organik kurang dari 20% karena sifat-sifatnya didominasi oleh bahan mineral. Ada 2 jenis horizon O yaitu :

3. Bila kita membandingkan horizon E versus Horizon A dan Horizon E versus Horizon B, menurut pendapat saudara mana horizon yang lebih kaya akan unsur hara, jelaskan!

Jawab : Horizon E

Merupakan  lapisan warna terang dalam hal ini adalah lapisan bawah dan di atas A Horizon B Horizon sehingga dia berada tengah horizon A dan B. Hal ini terdiri dari pasir dan lumpur, setelah kehilangan sebagian besar dari tanah liat dan mineral sebagai bertitisan melalui air tanah (dalam proses eluviation).  Lapisan Eluviasi atau Horison Eluviasi adalah horizon yang telah mengalami proses eluviasi (pencucian) sangat intensif sehingga kadar bahan organik tanah, liat silikat, Fe dan Al rendah tetapi kada pasir dan debu kuarsa (seskuoksida) serta mineral resisten lainnya tinggi, sehingga berwarna agak terang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa horizon E lebih baik dari Horizon B , dan tidak lebih baik dari horizon A

4. Tanah manakah yang lebih kaya akan unsur hara antara tanah didaerah basah bila dibandingkan dengan tanah di daerah kering? Jelaskan!

Jawab : Kalo untuk perbandingan tentu saja yang lebih banyak unsur hara itu di tanah daerah basah tapi Untuk lebih rinci mengenai keadaan unsur hara pada lahan basah, ada baiknya kita melihat hasil penelitian yang dilakukan oleh Edem dan Ndaeyo pada tahun 2007 di Negeria. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa lahan basah memiliki banyak masalah. Berikut adalah masalah-masalahnya.

Pertama adalah pH. Pada saat basah, pH tanahnya netral, yaitu 6,4, tetapi menjadi ektrim sangat asam, yaitu 3,5 ketika kering. Berikutnya adalah N total juga rendah. Kandungan kation dasar seperti Ca, Mg, K, dan Na juga rendah. Sebaliknya, kation asam seperti Al dan H tinggi. Rasio Ca:Mg berada di bawah ambang batas optimum di mana rasio optimum itu 3:1 ampai 4:1 untuk kebanyakan tanaman. Rasio Mg:K di atas 1,2 di mana di bawahnya bisa menyebabkan hasil tanaman seperti jagung dan kedelai bisa berkurang. Kapasitas tukar kation juga rendah, yaitu di bawah 20cmol/kg. Persen kejenuhan basa juga rendah, yaitu < 38, yang menunjukkan bahwa tanah kurang subur. Jumlah Al-dd dan Al jenuh juga tinggi, di atas 60%. Nilai daya hantar listrik di atas nilai kritis 2 dsm-1, sementara persen Na-dd kurang dari 0,15. P tersedia juga rendah, yakni < 10 ppm dan rasio Fe2O3/liat bebas < 0,15.

5. Pulau jawa merupakan pulau yang memiliki banyak gunung berapi. Keberadaan gunung berapi menyebabkan tanah lebih subur. Berikan pendapat saudara mengenai pernyataan tersebut!
Jawab : Menurut Biro Pusat Statistik pada 2017, setengah populasi orang Indonesia ada di Jawa. Sumatra yang panjangnya dua kali lipat Pulau Jawa hanya menampung 20% populasi. Apakah ini ada hubungannya dengan populasi gunung? Sumatra punya 30 gunung api, sementara Pulau Jawa punya 34 gunung api. Apakah karakter abu vulkanis keduanya berbeda hingga menghasilkan kesuburan yang berbeda? Dian Fiantis, ahli tanah dari Universitas Andalas, memberikan jawaban mengapa tanah di Pulau Jawa lebih subur dibanding tanah Sumatra.

Erupsi gunung di Pulau Jawa lebih banyak menghasilkan unsur hara seperti kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg) yang dibutuhkan oleh tanaman. Sedangkan silikon dioksida (SiO2) yang lebih banyak dimuntahkan gunung di Sumatra tidak dibutuhkan banyak oleh tanamannya. Zat ini tersedia banyak tapi tidak dibutuhkan. Selain itu, curah hujan di Jawa Tengah dan Jawa Timur lebih rendah dibanding pantai barat Sumatra sehingga unsur-unsur yang menyuburkan lebih lama bertahan di tanah Jawa.

BAB 10

4. Bila suatru tanah memiliki bahan dengan kadar karbon 21% dengan tebal 50 cm, termasuk order apakah tanah ini?

jawab : order tanah ini masuk kepada tanah lahan gambut

5. Tanah apakah yang berpeluang paling miskin unsur hara? Jelaskan!

Jawab : jawabannya tanah mineral. Dinas Pertanian Kabupaten Bangka bekerjasama dengan tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Austria melakukan riset terkait lokasi reklamasi eks tambang di Kelurahan Sinarjaya Jelutung, Kecamatan Sungailiat,  Sekretaris Teknik Pertanian dan Biosistem UGM, Murtiningrum menjelaskan, tanah bekas tambang yang ada di Kabupaten Bangka ini sudah sangat miskin sekali unsur hara yang menyebabkan tanah tersebut tidak subur lagi.

"Bahwa tanah bekas tambang ini tinggal mineral saja, sudah tidak subur lagi, jadi tidak ada lagi bahan organiknya bahkan sangat miskin sekali unsur hara terus strukturnya sudah tidak bagus dan tidak dapat mengikat air,"

6. Tanah mineral apakah yang berpeluang mempunyai kadar bahan organic tinggi? Jelaskan!

jawab : Tanah tersusun dari: (a) bahan padatan, (b) air, dan (c) udara. Bahan padatan tersebut dapat berupa: (a) bahan mineral, dan (b) bahan organik. Bahan mineral terdiri dari partikel pasir, debu dan liat. Ketiga partikel ini menyusun tekstur tanah. Bahan organik dari tanah mineral berkisar 5% dari bobot total tanah. Meskipun kandungan bahan organik tanah mineral sedikit (+5%) tetapi memegang peranan penting dalam menentukan Kesuburan Tanah. Jadi bila sesuai dengan ketentuan diatas maka tanah tersebut akan memiliki kadar bahan organic tinggi



Friday, 8 November 2019

Hipotesis Tentang Dampak Makan Makanan Pedas Setiap Hari Terhadap Kesehatan


Apa risiko kesehatan yang diketahui dari makan makanan pedas (berbasis cabai) setiap hari?

Capsaicin (trans-8-metil-N-vanillyl-6-nonenamide) adalah komponen piquante yang paling melimpah di cabai, dan paparannya ada di mana-mana. Ini adalah unik di antara iritasi yang terjadi secara alami di mana stimulasi jaringan awal diikuti oleh periode yang lebih lama di mana neuron yang sebelumnya bersemangat tidak lagi merespon berbagai rangsangan. Ini disebut sebagai 'desensitisasi' dan telah menjadi dasar untuk penggunaan krim topikal yang mengandung capsaicin untuk meringankan berbagai kondisi yang menyakitkan. Namun, efektivitas dalam menghilangkan rasa sakit sangat diperdebatkan dan beberapa efek samping yang merugikan telah dilaporkan.

Upaya untuk menilai potensi karsinogenik capsaicin telah menghasilkan hasil yang bervariasi baik dalam pengujian in vitro dan in vivo. Studi yang lebih lama menguji capsaicin sebagai bagian dari kelompok ekstrak tanaman lada, tetapi kotoran dan kontaminasi makanan yang mengandung capsaicin dengan karsinogen yang dikenal mencegah interpretasi yang valid. Beberapa studi epidemiologis telah menyarankan hubungan antara konsumsi capsaicin dan kanker perut atau kandung empedu.

Studi yang lebih baru menggunakan capsaicin dengan kemurnian tinggi memberikan bukti bahwa potensi genotoksik dan karsinogenik capsaicin cukup rendah. Kemampuan capsaicin atau metabolitnya untuk merusak DNA (menjadikannya karsinogen genotoksik) tidak didukung dengan baik.

Bode et al. Menemukan bahwa aplikasi topikal kronis jangka panjang dari capsaicin meningkatkan karsinogenesis pada kulit tikus yang diobati dengan promotor tumor. Para penulis menyarankan agar berhati-hati ketika menggunakan aplikasi topikal yang mengandung capsaicin di hadapan promotor tumor, seperti, misalnya, sinar matahari.

Masih ada kemungkinan capsaicin menjadi karsinogen epigenetik melalui menyebabkan peradangan yang akan merangsang mitosis seluler.

Di sisi lain, aktivitas antikanker capsaicin telah banyak dilaporkan. Tampaknya menghambat karsinogen dan menginduksi apoptosis (kematian sel) di berbagai lini sel kanker in vitro (yang kemudian ditransplantasikan ke tikus). Satu hipotesis adalah bahwa penghambatan enzim sitokrom P450 menghambat aktivasi karsinogen tetapi ini mungkin bertentangan dengan kemampuan kapsaisin yang buruk untuk menghambat dengan cara ini.

Gambaran lengkapnya masih belum jelas. Potensi sebagai karsinogen epigentik tidak dapat disangkal, tetapi kemungkinannya sebagai karsinogen genotoksik atau bahkan dalam beberapa keadaan sebagai pencegahan kanker, masih harus diverifikasi.

Thursday, 7 November 2019

Pengaruh Cahaya Terhadap Proses Perkecambahan Dan Pembibitan



Dahulu di Mesir Kuno,
sudah menjadi kebiasaan bagi mereka sebelum akhirnya menutup makam, mereka meninggalkan sedikit tumpukan jagung basah di dekat sarkofagus. Orang bisa membayangkan benih itu berkecambah dalam kegelapan pekat, merentangkan dirinya ke atas untuk merasakan cahaya yang tidak ada di sana dan akhirnya mati karena kehabisan cadangan makanannya.

Adalah fakta kehidupan bahwa sebagian besar tanaman membutuhkan cahaya untuk tumbuh dan menjaganya tetap sehat, tetapi tidak semua tanaman membutuhkan cahaya untuk berkecambah, dan, seperti yang akan kita lihat, beberapa biji menganggap cahaya sebagai penghalang. Namun, jika kita melihat masalah ini dari sudut pandang tukang kebun, kita dapat menggunakan aturan praktis bahwa sebagian besar tanaman budidaya yang dijual dalam bentuk biji lebih suka berkecambah dalam gelap. Namun ada beberapa pengecualian penting, beberapa tanaman keras rumah kaca, epifit, banyak rumput, dan bahkan tembakau semua lebih menyukai cahaya.

Alasannya adalah bahwa benih yang diproduksi secara komersial dibiakkan dan dipilih untuk kemudahan perkecambahan serta karakteristik lain yang lebih jelas dan kekhasan seperti persyaratan terang atau gelap tidak sering terjadi. Di sisi lain, benih yang diperoleh secara non-komersial, dalam jumlah kecil dari tukang kebun rumah, daftar benih, atau barang yang lebih tidak biasa dari pedagang benih mungkin terbukti jauh lebih sensitif dalam persyaratannya. Bahkan, penelitian telah menunjukkan bahwa dengan biji selain bentuk yang dibudidayakan ada banyak variasi. Kita dapat membagi biji jenis ini menjadi benih yang berkecambah hanya di tempat gelap, benih yang berkecambah hanya dalam cahaya kontinu, benih yang berkecambah setelah hanya diberi sedikit cahaya dan benih yang berkecambah  dalam terang atau gelap.

Pada tahun 1926 percobaan dilakukan oleh Kinzel untuk mengetahui persyaratan cahaya dari ratusan spesies tanaman. Dia menemukan sekitar 270 spesies yang berkecambah pada atau di atas 20 ° C (60 ° F) dalam cahaya, dan 114 spesies berkecambah pada suhu yang sama dalam gelap. Dia juga menemukan 190 spesies yang berkecambah dalam cahaya setelah mengalami embun beku yang keras dan 81 spesies juga berkecambah dalam gelap. Lima puluh dua spesies berkecambah dalam cahaya dan 32 spesies dalam gelap setelah pembekuan cahaya dan akhirnya ada 33 spesies yang tidak terpengaruh oleh cahaya atau gelap.

Sayangnya, seperti halnya semua masalah, segala sesuatunya tidak sesederhana ini. Faktor-faktor lain, tampaknya, juga dapat mempengaruhi persyaratan cahaya benih, misalnya, dengan beberapa spesies (misalnya Salvia pratensis dan Saxifraga caespitosa) persyaratan cahaya hanya ada segera setelah panen sedangkan dengan Salvia verticillata dan Apium graveolens (Seledri) ini berlangsung selama satu tahun dan untuk membingungkan hal-hal selanjutnya spesies lain mengembangkan persyaratan cahaya saat dalam penyimpanan. Bahan kimia juga, seperti nitrat dalam tanah, dapat menggantikan cahaya dalam menstimulasi benih untuk berkecambah sehingga sebagian cahaya yang dibutuhkan biji akan tetap berkecambah jika ditutupi dengan tanah yang subur. Masih semua itu membuat berkebun yang menarik bukan?

Untuk daftar persyaratan Cahaya / Gelap bibit yang cukup komprehensif, kami merujuk Anda ke buklet Thompson & Morgan 'Panduan Penyemaian Benih'. Ini adalah panduan umum yang bermanfaat tetapi perlu diingat bahwa tidak semua biji dalam genus yang sama berperilaku dengan cara yang sama. Misalnya Primula ohconia membutuhkan cahaya dan Primula spectablis membutuhkan kegelapan untuk perkecambahan, jadi masih banyak yang harus dipelajari, banyak di antaranya hanya dapat diperoleh dengan pengalaman pribadi dan berbagi informasi yang diperoleh dengan orang lain.

Penjelasan tentang bagaimana cahaya mempengaruhi beberapa biji dan menyebabkan mereka dalam keadaan siap untuk berkecambah dan mencegah benih lain jika perlu dari perkecambahan sangat kompleks. Cukuplah untuk mengatakan bahwa itu terutama efek cahaya pada pigmen tanaman yang disebut fitokrom dalam biji. Ini berhubungan dengan jenis cahaya yang diterima benih. Sebagai generalisasi, cahaya dalam panjang gelombang merah biasanya memicu perkecambahan sedangkan cahaya biru menghambatnya.

Dalam nada praktis persyaratan cahaya benih dapat berhubungan dengan habitat di mana induk benih biasanya tumbuh, sehingga untuk memastikan bahwa mereka yang jatuh di daerah yang kondusif untuk pertumbuhan akan berkecambah dan yang jatuh dalam keadaan yang kurang menyehatkan menunggu waktu mereka. . Sebagai contoh, benih yang membutuhkan cahaya untuk berkecambah bisa jatuh di tempat teduh yang dalam dari tanaman lain di mana kondisi pertumbuhannya akan sangat buruk, sedangkan benih yang jatuh ke ruang terbuka yang terang akan berkecambah dengan cepat dan berkembang. Di sisi lain, mungkin penting untuk pembentukan bibit muda bahwa sebagian atau semua benih perlu ditutup dengan tanah atau di tempat teduh, mungkin, untuk melindungi akar muda.

Dalam kasus demikian dengan benih yang membutuhkan kegelapan, benih yang tidak tertutup, yang terpapar cahaya tidak akan berkecambah. Terkadang hanya sebagian benih yang peka terhadap cahaya. Phacelia peka terhadap cahaya hanya pada dua titik di permukaannya dan dalam selada hanya satu. Mikropil di mana air diserap, peka terhadap cahaya mungkin untuk memastikan bahwa hanya benih yang berorientasi dengan benar dengan peluang terbaik untuk bertahan hidup yang berkecambah.

Tentu saja, efek cahaya pada biji tidak boleh terlalu ditekankan, tidak ada aturan keras dan cepat yang dapat ditetapkan, karena faktor-faktor lain berinteraksi dengan cahaya. Bagi tukang kebun, dua pertanyaan yang perlu dijawabnya adalah, 'Seberapa dalam saya harus menabur benih saya?' dan 'Haruskah saya menutupi baki benih untuk mengecualikan cahaya atau tidak?'

Dalam menjawab pertanyaan pertama, kedalaman tanam sangat tergantung pada ukuran benih. Benih yang sangat kecil biasanya harus ditaburkan dan dibiarkan terbuka. Benih kecil yang membutuhkan cahaya biasanya akan menerimanya bahkan jika Anda menutupinya dengan taburan kompos atau vermikulit karena cahaya melakukan perjalanan jarak pendek melalui tanah dan dengan beberapa paparan biji tidak perlu panjang atau terus menerus. Sebagai contoh, benih tembakau menerima semua cahaya yang dibutuhkan untuk berkecambah, setelah diambil airnya, dalam 0,01 detik sinar matahari dan bahkan cahaya bulan pun akan berhasil!

Bukan hanya biji yang sangat kecil yang kadang-kadang membutuhkan cahaya untuk berkecambah, benih rata-rata seperti Impatiens juga peka terhadap cahaya dan harus ditutup dengan taburan halus vermikulit setelah disemai dan dibiarkan dalam cahaya yang tersebar, ditempatkan dalam polythene untuk memberikan kelembaban tinggi sampai perkecambahan yang biasanya memakan waktu 10-14 hari pada 21-42 ° C (70-75 ° F).

Benih berukuran sedang dan ke atas, kecuali mereka memiliki persyaratan cahaya (dan kami tidak tahu ada benih yang benar-benar besar yang melakukannya) umumnya harus ditaburkan di bawah permukaan, tertutup dalam kantong plastik atau film melekat dan ditempatkan dalam cahaya yang tersebar.

Beberapa, tetapi tidak semua, biji populer yang lebih menyukai cahaya untuk perkecambahan adalah: Achillea, Alyssum, Antirrhinum, Begonia, Calceolaria, Coleus, Exacum, Ficus, Gaiilardia, Gerbera, Gloxinia, Helichrysiim, Kalanchoe, Nicotiana, Petunia, kebanyakan Primula, Saintpauliu Streptocarpus.

Biji yang hanya akan berkecambah dalam kegelapan harus ditaburkan pada kedalaman yang benar dan kemudian ditutup dengan plastik hitam atau serupa untuk mengecualikan semua cahaya sampai perkecambahan terjadi. Cyclamen adalah subjek yang harus diperlakukan dengan cara ini. Biasanya subjek yang sulit untuk berkecambah ternyata jauh lebih sedikit sehingga jika diapit antara kertas saring lembab dan ditempatkan dalam wadah plastik dalam kegelapan total. Biasanya perkecambahan terjadi dalam waktu sekitar satu bulan pada 15-20 ° C (60-68 ° F) ketika umbi-umbian kecil dapat ditransplantasikan ke dalam kompos dan tumbuh. Suhu, bagaimanapun, harus tidak lebih tinggi dari 20 "C (68T) karena suhu tinggi akan menginduksi bentuk dormansi yang berbeda!

Beberapa jenis tanaman yang lebih menyukai kegelapan untuk perkecambahan adalah: Calendula, Centaurea, Delphinium, Gazania, Nemesia, Primula sinensis, dan Schizanthus.

Memberikan cahaya buatan biasanya tidak diperlukan untuk benih yang ditabur di rumah kaca. Tetapi jika cahaya adalah masalah atau, yang lebih penting, jika Anda ingin memastikan pertumbuhan yang cepat dan sehat benih Anda setelah perkecambahan maka beberapa bentuk cahaya tambahan mungkin diperlukan. Ini khususnya akan menjadi masalah dalam menumbuhkan benih di awal musim dan cukup banyak bibit bunga dan sayuran menanggapi cahaya tambahan. Sebagai contoh, tomat dan mentimun di mana kekuatan dan kedekatan telah ditingkatkan, juga Antirrhinum, Stocks, Gerbera, Gloxinia dan Gesnaria semuanya merespons dengan tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi ketika diberi cahaya ekstra di bulan-bulan musim dingin.

Begonia berbuah ketika ditaburkan di akhir musim dingin harus memiliki pencahayaan tambahan jika mereka ingin berkembang dengan baik. Mereka sensitif terhadap panjang hari dan ketika ini kurang dari 12 jam mereka membentuk umbi bukannya membuat pertumbuhan vegetatif. Agar, untuk menghasilkan pencahayaan tanaman muda yang sehat harus diberikan untuk memperpanjang panjang hari menjadi lebih dari 12 jam.

David Batty adalah mantan Manajer Teknis di Thompson dan Morgan Seeds, tempat dia merawat laboratorium penguji benih.

Sumber artikel
Growing From Seed - Spring 1989 Vol. 3 Angka 2
© The Seed Raising Journal dari Thompson & Morgan

Tuesday, 30 January 2018

Biofertilizers, the microbial inoculants can increase growth and yield of inoculated



Chapter 19

Bofertilizer

19.1. General Features

Recently, the use of microbial iocula for incereasing growth and yield of diversified crop plants is getting popular. In addition to incresed yield its application improves the enviroment as well, and ensures the sustainable agriculture system. Various types of biofertilizer and their formulations are available in agricultural field. Biofertilizers, the microbial inoculants can increase growth and yield of inoculated plants through the following processes:

-By fixing atmospheric N2
-Increasing phytohormone production and thereby root growth
-Enchancing uptake of certain unavalible nutrient elements namely P, K, Zn, Fe etc
-Improving uptake capacity of  ater
-Acting as biocontrol agent againts diseases and pests
Thes microbial inocula are mainly prokaryotic bacteria (Sahoo et al., 2013), mycorhizal fungi, cyanobacteria (previously knon as blue green algae) and azolla-anabaena are the most common biofertilizers.
The most important mechanism is the biological nitrogen fixation (BNF), the process of conversion of atmospheric nitrogen (N2) to available- N (NH4+). It is estimated that total world BNF is much higher than idustrial fixation, and is assumed that tota annual BNF rangers from 200 to 250 mMt per year (Marschner, 2011). Eight families of Cyanobacteria and 11 families of bacteria are capable for the BNF process

Important Characteristics of  Biofertilizesrs
-It is eco-friendly and cost effective fertilizer which can increase crop yield by 20-30%
-Increase soil fertility by adding N by fixing atmospheric N2
-Enhance uptake of other nutrients like P,K,Ca, and Fe despite of N








TERJEMAHAN

Bab 19

Bofertilizer

19.1. Fitur Umum

Baru-baru ini, penggunaan iocula mikroba untuk pertumbuhan dan hasil panen tanaman diversifikasi mulai populer. Selain menambah hasil penerapannya juga memperbaiki lingkungan, dan memastikan sistem pertanian berkelanjutan. Berbagai jenis biofertilizer dan formulasinya tersedia di lahan pertanian. Biofertilizer, inokulan mikroba dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman yang diinokulasi melalui proses berikut:

-Dengan memperbaiki N2 atmosfer
-Meningkatkan produksi fitohormon dan dengan demikian pertumbuhan akar
- Menghasilkan serapan unsur hara tak terbantahkan tertentu yaitu P, K, Zn, Fe dll
-Meningkatkan kapasitas tangkapan ater
-Mengikuti agen biokontrol melawan penyakit dan hama

Inokulum mikroba terutama bakteri prokariotik (Sahoo et al., 2013), jamur mycorhizal, cyanobacteria (sebelumnya dikenal sebagai ganggang hijau biru) dan azolla-anabaena adalah biofertilizers yang paling umum.

Mekanisme yang paling penting adalah fiksasi nitrogen biologis (BNF), proses konversi nitrogen atmosfir (N2) menjadi n-NH (NH4 +). Diperkirakan bahwa total dunia BNF jauh lebih tinggi daripada fiksasi idustrial, dan diasumsikan bahwa tota tahunan BNF rangers dari 200 sampai 250 mMt per tahun (Marschner, 2011). Delapan keluarga Cyanobacteria dan 11 famili bakteri mampu melakukan proses BNF

Karakteristik Penting Biofertilizesrs
-Ini adalah pupuk ramah lingkungan dan hemat biaya yang dapat meningkatkan hasil panen sebesar 20-30%
-Meningkatkan kesuburan tanah dengan menambahkan N dengan memperbaiki N2 atmosfer
-Mengambil serapan nutrisi lain seperti P, K, Ca, dan Fe meskipun N