OKAERINASAI MINNA SAN :) "JINSEI WA OKURIMONODEARI, JINSEI WA YORIYOI NINGEN NI NARU TAME NO TOKKEN, KIKAI, SEKININ O WATASHITACHI NI ATAETE KUREMASU"
HIDUP ADALAH SEBUAH PEMBERIAN, DAN HIDUP MEMBERIKAN KITA KEISTIMEWAAN, KESEMPATAN, DAN TANGGUNG JAWAB UNTUK MENJADI SESEORANG YANG LEBIH BAIK :)

Friday, 9 February 2018

PERANAN UANG DALAM PERENCANAAN FINANSIAL





Apa yang akan dihitung oleh para ahli perencana finansial dalam menentukan tujuan finansial seseorang? Atau, apa inti dari perencanaan keuangan yang dibahas oleh seseorang financial planer? Pastilah Jawaban nya adalah 'Uang'. Entah menghitung perencanaan keuangan pada masa yang akan datang, mempersiapkan keuangan untuk rencana masa depan, mempersiapkan dana untuk proteksi, mengalokasikan dana untuk tujuan perencanaan finansial, atau memperhitungkan sumber sumber pendapatan, semuanya perencanaan yang mereka lakukan selalu berbasis mata uang.

       Pertanyaan saya, mengapa menggunakan basis mata uang dalam perencanaan finansial? jawaban 'paling konyol' karena paling mudah dan paling gampang dalam perhitungannya. Dengan uang akan memudahkan orang orang dalam merencanakan masa depan karena menggunakan angka angka. Beda misalkan menghitugnya dengan satuan satuan lain seperti karung beras ataupun sesak semen. Dan, perhatikan lagi pada pokok bahasan sebelumnya mengenai uag sebagai unit hitung. Begitu juga karena uang sebagai penyimpan nilai. Harapannya dengan mempersiapkan masa depan dengan uang akan bisa diambil manfaatnya untuk waktu yang akan datang.


     Sebagai fungsi penyimpan nilai, uang tidak hanya memberi kebebasan kepada masyarakat untuk memilih apa yang akan dibeli, tetapi juga untuk menentukan kapan kita mau membeli sesuatu. Uang yang dimiliki saat ini dapat dibelanjakan bulan depan atau tahun depan. Oleh karena itu, timbulah keinginan masyarakat untuk tidak segera menggunakan uang, melainkan menyimpannya atau menimbunnya dalam bentuk tabungan atau deposito yang sewaktu waktu dapat diambil kembali untuk di belikan barang dan jasa. Alasan seperti inilah yang menjadi latar belakang menggunakan mata uang sebagai media perencanaan keuangan.


      Seringkali dalam merencanakan keuangan berbasis uang kertas, seorang perencana keuangan diharuskan menghitung asumsi inflasi -terkadang apa yang diasumsikan lebih kecil dari kenyataannya. sehingga tiba waktunya, nilai uang itu mengalami defisit. Tentu saja sebagian atau bahkan semua perencanaan akan megalami KEGAGALAN.. Kita sudah memahami nilai beli mata uang kertas sebagai media penyimpan akan terus merosot nilainya seiring dengan perkembangan waktu. Sekarang, apa yang mesti kita lakukan? Saya pribadi mengajak anda untuk merencanakan keuangan masa depan dengan berbasis EMAS.



Sumber oleh :  Buku Golden Planner "Pasti Kaya dengan investasi Emas"

No comments:

Post a Comment